Rabu, 06 Mei 2015

Tutorial PHP dan Mysql (Aplikasi Input Data Sederhana)

Dalam tutorial ini akan dipelajari cara untuk membuat koneksi ke database dan CRUD data (Create, Read, Update, Delete) dengan studi kasus data user. Tutorial ini belum membahas tentang validasi inputan baik client side maupun server side. Untuk dapat mengikuti tutorial ini, pastikan kalian sudah menginstall server lokal pada PC. Saya menggunakan XAMPP sebagai bundled server apache dan PHP.

Langkah 1 – Struktur Folder

Buat folder baru pada C:/xampp/htdocs dengan nama belajar. Folder ini akan menjadi area kerja kita dalam membuat aplikasi yang nantinya dapat diakses menggunakan browser dengan mengetikkan localhost/nama_folder. Karena nama folder kita adalah belajar, maka untuk mengakses aplikasi ketikkan localhost/belajar pada address bar browser kalian.

Langkah 2 – Database

Buat database dengan nama belajar. Kemudian buat tabel dengan nama user dengan data berikut:


user_id INT(4) PRIMARY AUTO INCREMENT
username VARCHAR(20)
password VARCHAR(255)
email VARCHAR(100)
fullname VARCHAR(100)
agama VARCHAR(15)
no_hp BIGINT(14)


Langkah 3 – File Konfigurasi

Sebelum dapat melakukan CRUD data kedalam database, kita harus membuat koneksi ke database terlebih dahulu. Buat file baru dan simpan dengan nama config.php.

<?php
//host yang digunakan
//99,9% tidak perlu dirubah
$host = 'localhost';

//username untuk login ke host
//biasanya didapatkan pada email konfirmasi order hosting
$user = 'root';

//jika menggunakan PC sendiri sebagai host,
//secara default password dikosongkan
$pass = '';

//isikan nama database sesuai database
//yang dibuat pada langkah-1
$dbname = 'belajar';

//mengubung ke host
$connect = mysql_connect($host, $user, $pass) or die(mysql_error());

//memilih database yang akan digunakan
$dbselect = mysql_select_db($dbname);


File config.php ini nantinya akan banyak kita gunakan pada file-file lain yang perlu menghubung ke server untuk menyimpan, merubah, maupun menghapus data.

Langkah 4 – Form Input Data

Ketikkan kode berikut, kemudian simpan dalam folder belajar dengan nama index.php.


<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>

<body>
<h1>Form Input Data</h1>

<form name="input_data" action="insert.php" method="post">
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <tbody>
        <tr>
            <td>Username</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="username" maxlength="20" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Password</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="password" name="password" maxlength="20" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Fullname</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="fullname" maxlength="100" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Email</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="email" name="email" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Agama</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="agama" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Nomor HP</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="no_hp" maxlength="14" required="required" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td align="right" colspan="3"><input type="submit" name="submit" value="Simpan" /></td>
        </tr>
    </tbody>
</table>
</form>
</body>
</html>
 
Attribut action="insert.php" adalah file yang digunakan untuk memproses data yang dimasukkan melalui form ini. Attribut method="post" adalah metode pengiriman data yang digunakan. Ada dua jenis menthod untuk mengirim data, yaitu post dan get. Pengiriman dengan method POST berarti bahwa variabel-variabel data tidak ditampilkan pada url, sedangkan pengiriman dengan method GET, variabel-variabel data disertakan pada url sehingga url terlihat seperti berikut:

Sekarang coba buka pada browser anda dengan mengetikkan localhost/belajar pada address bar browser. Akan tampil form input data seperti ini.


Langkah 5 – Menyimpan Data

Ketikkan kode berikut, kemudian dengan nama insert.php.

<?php
//panggil file config.php untuk menghubung ke server
include('config.php');

//tangkap data dari form
$username = $_POST['username'];
$password = $_POST['password'];
$fullname = $_POST['fullname'];
$email = $_POST['email'];
$agama = $_POST['agama'];
$no_hp = $_POST['no_hp'];

//simpan data ke database
$query = mysql_query("insert into user values('', '$username', '$password', '$email', '$fullname', '$agama', '$no_hp')") or die(mysql_error());

if ($query) {
    header('location:index.php?message=success');
}

Syntax include() digunakan untuk menyertakan file lain dalam file ini. Ingat bahwa pada langkah pertama kita sudah membuat file config.php yang berisi konfigurasi untuk menghubung ke server, maka setiap kali kita perlu untuk menghubung ke database, kita cukup memanggil file config.php saja tanpa harus menuliskan kembali kode-kodenya.

Variabel $_POST['name'] digunakan untuk menangkap value yang dikirim dari form. Untuk menangkap data, gunakan name yang sama dengan name dari form. Contoh: untuk menangkap data username dari form, maka gunakan $_POST['username'].

Syntax mysql_query() digunakan untuk menjalankan script SQL. Pada langkah ini, script SQL yang kita gunakan adalah untuk menambah data ke database.
Tambahkan kode berikut pada file index.php setelah <h1></h1> untuk menampilkan pesan sukses ketika berhasil menyimpan data.

 ...
<h1>Form Input Data</h1>

<?php
if (!empty($_GET['message']) && $_GET['message'] == 'success') {
    echo '<h3>Berhasil menambah data!</h3>';
}
?>

<form name="input_data" action="insert.php" method="post">
...

Sekarang coba jalankan aplikasi dengan membuka localhost/belajar dan isikan data pada form dan klik tombol simpan. Jika berhasil, anda akan melihat pesan Berhasil menambah data! seperti gambar dibawah. Jika gagal, periksa kembali kode yang kalian ketik. Pastikan tidak ada salah pengetikan.




Langkah 6 – Menampilkan Data

Setelah kita berhasil menyimpan data kedalam database, sekarang kita buat halaman untuk menampilkan data-data yang sudah kita simpan. Ketikkan kode berikut dan simpan dengan nama view.php.

<?php include('config.php') ?>

<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>

<body>
<h1>Data User</h1>

<a href="index.php">+ Tambah Data</a>

<table border="1" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <thead>
        <tr>
            <td>No.</td>
            <td>Username</td>
            <td>Password</td>
            <td>Email</td>
            <td>Fullname</td>
            <td>Agama</td>
            <td>No. HP</td>
            <td>Opsi</td>
        </tr>
    </thead>
    <tbody>
    <?php
    $query = mysql_query("select * from user");

    $no = 1;
    while ($data = mysql_fetch_array($query)) {
    ?>
        <tr>
            <td><?php echo $no; ?></td>
            <td><?php echo $data['username']; ?></td>
            <td><?php echo $data['password']; ?></td>
            <td><?php echo $data['email']; ?></td>
            <td><?php echo $data['fullname']; ?></td>
            <td><?php echo $data['agama']; ?></td>
            <td><?php echo $data['no_hp']; ?></td>
            <td><a href="#">Edit</a> || <a href="#">Hapus</a></td>
        </tr>
    <?php
        $no++;
    }
    ?>
    </tbody>
</table>
</body>
</html>

Kemudian tambahkan kode berikut pada file index.php setelah </form> sebelum </body>.

...
</form>

<a href="view.php">Lihat Data</a>

</body>
</html>

Sekarang bukalah localhost/belajar/view.php untuk melihat hasilnya.


Pada kolom opsi terdapat dua menu, yaitu edit dan hapus. Pada langkah ini, kedua menu tersebut masih belum dapat digunakan. Pada langkah berikutnya akan kita buat menu edit tersebut.

Langkah 7 – Merubah/Update Data

Dalam menginputkan data bisa terjadi kesalahan seperti kesalahan input, kesalahan data yang dimasukkan, ataupun lainnya. Untuk itu, data yang sudah disimpan harus dapat dirubah sehingga kesalahan dapat diperbaiki. Pada dasarnya, form untuk mengedit data adalah sama dengan form untuk menginputkan data. Hanya saja pada form untuk mengedit data, form tersebut harus menampilkan data yang akan dirubah. Untuk itu, buat file baru dengan nama edit.php, kemudian copy-kan semua kode yang ada pada file index.php kedalam file edit.php. Selanjutnya kita harus menambahkan beberapa kode agar form edit dapat menampilkan data yang akan di edit. Kode untuk file edit.php menjadi seperti ini. Highlight yang saya berikan adalah baris-baris kode yang ditambahkan ataupun dirubah.

 <?php
include('config.php');
?>

<html>
<head>
<title>Belajar PHP</title>
</head>

<body>
<h1>Form Input Data</h1>

<?php
$id = $_GET['id'];

$query = mysql_query("select * from user where user_id='$id'") or die(mysql_error());

$data = mysql_fetch_array($query);
?>

<form name="update_data" action="update.php" method="post">
<input type="hidden" name="user_id" value="<?php echo $id; ?>" />
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0">
    <tbody>
        <tr>
            <td>Username</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="username" maxlength="20" required="required" value="<?php echo $data['username']; ?>" disabled /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Password</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="password" name="password" maxlength="20" required="required" value="<?php echo $data['password']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Fullname</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="fullname" maxlength="100" required="required" value="<?php echo $data['fullname']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Email</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="email" name="email" required="required" value="<?php echo $data['email']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Agama</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="agama" required="required" value="<?php echo $data['agama']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td>Nomor HP</td>
            <td>:</td>
            <td><input type="text" name="no_hp" maxlength="14" required="required" value="<?php echo $data['no_hp']; ?>" /></td>
        </tr>
        <tr>
            <td align="right" colspan="3"><input type="submit" name="submit" value="Simpan" /></td>
        </tr>
    </tbody>
</table>
</form>

<a href="view.php">Lihat Data</a>

</body>
</html>


Kemudian ubah link pada file view.php menjadi seperti ini.


<td><a href="edit.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Edit</a> || <a href="#">Hapus</a></td>


Umumnya, username seseorang tidak boleh dirubah setelah ia terdaftar. Untuk membuat agar field input username tidak dapat dirubah, kita gunakan atribut disabled. Sampai langkah ini kita belum dapat melakukan perubahan data, kita baru dapat menampilkan data pada form edit. Untuk merubah data pada database, kita perlu membuat query SQL lagi untuk meng-update database dengan data yang baru. Buat file baru dengan nama update.php dan ketikkan kode berikut.

<?php
include('config.php');

//tangkap data dari form
$id = $_POST['user_id'];
$password = $_POST['password'];
$fullname = $_POST['fullname'];
$email = $_POST['email'];
$agama = $_POST['agama'];
$no_hp = $_POST['no_hp'];

//update data di database sesuai user_id
$query = mysql_query("update user set password='$password', fullname='$fullname', email='$email', agama='$agama', no_hp='$no_hp' where user_id='$id'") or die(mysql_error());

if ($query) {
    header('location:view.php?message=success');
}

Kemudian tambahkan baris kode berikut pada file view.php setelah <h1></h1> (sama seperti pada file index.php).

<?php
if (!empty($_GET['message']) && $_GET['message'] == 'success') {
    echo '<h3>Berhasil meng-update data!</h3>';
}
?>


Sekarang bukalah halaman view.php pada browser dan ubah-lah salah satu data yang sudah di inputkan dengan meng-klik tombol edit.






Langkah 8 – Menghapus/Delete Data

Setelah bisa menambah dan merubah data, sekarang kita buat untuk menghapus data. Buat file baru dengan nama delete.php dan ketikkan kode berikut.

<?php
include('config.php');

$id = $_GET['id'];

$query = mysql_query("delete from user where user_id='$id'") or die(mysql_error());

if ($query) {
    header('location:view.php?message=delete');
}
?>

Kemudian tambahkan kode pada link dalam file view.php seperti berikut.

<td>
    <a href="edit.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Edit</a> ||
    <a href="delete.php?id=<?php echo $data['user_id']; ?>">Hapus</a>
</td>


Sekarang cobalah untuk menghapus beberapa data yang sudah di-input-kan.

Kesimpulan

Cobalah ber-eksperimen membuat aplikasi dengan lebih banyak input-an data sehingga tabel didalam database juga menjadi semakin banyak, agar pemahaman konsep dasar tentang pembuatan aplikasi web dengan PHP semakin kental dan mendalam.


sumber: www<dot>blog<dot>nurwahyudin<dot>com/tutorial/php/membuat-aplikasi-input-data-sederhana-dengan-php/

Selasa, 28 April 2015

Cara Membuat Kabel USB Extender Dengan Kabel UTP/Lan

Detail membuat USB Extender ini di jelaskan disini. Ada beberapa resep yang akan menyebabkan USB Extender ini berhasil, antara lain,
  1. set USB pada motherboard PC agar menjadi USB 1.1, jangan USB 2.0. USB 1.1 mempunya kecepatan maksimum 10Mbps jadi lebih reliable untuk di tarik jarak jauh di bandingkan dengan USB 2.0.
  2. Gunakan kabel Ethernet / UTP yang baik, terutama merek Belden yang asli. Jangan pakai kabel UTP abal-abal.
  3. Coba dulu dengan jarak pendek, misalnya 5 meter. Semakin panjang jarak, semakin tinggi tingkat kegagalan.
Langkah 1 – Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat USB extender, yaitu, (1) kabel USB bawaan Wifi, (2) kabel UTP, (3) pipa pvc kecil, (4) rubber tape, dan (5) thermofit / kondom kabel. Jika sulit utk memperoleh thermofit, dapat di akali menggunakan solder dan selotape kabel.


Langkah 2 - kabel LAN untuk memperpanjang kabel USB



Langkah 3 - Kelupas kabel LAN / UTP di kedua ujungnya.

 

Langkah 4 – Potong kabel USB bawaan Wifi dan kelupas ke dua ujungnya agar terlihat kabel di dalamnya.


Langkah 5 – Perhatikan warna kabel USB, biasanya, ada warna merah, hitam, dan putih, hijau. Merah dan hitam biasanya untuk tegangan daya 5V. Hijau putih biasanya merupakan kabel data USB,


Langkah 6 – Potong pipa pvc kecil. Masukan pipa pvc kecil ke masing-masing ujung kabel UTP. Satukan kabel-kabel UTP berdasarkan warna seperti tampak pada gambar. Untuk memudahkan, detail penyatuan kabel di tulis pada tabel di bawah.



Langkah 7 - Lebih dekat dengan pipa PVC yang di masukan ke kabel UTP.


Perhatikan baik-baik warna kabel yang di satukan menjadi satu, sehingga kita mempunyai "empat" kabel dari delapan kabel UTP, kabel yang dijadikan satu adalah,
  1. putih oranye – oranye (2 kabel)
  2. putih hijau (1 kabel)
  3. hijau (1 kabel)
  4. putih biru, biru, putih coklat, coklat (4 kabel) 
 Langkah 8 – Siapkan kabel UTP untuk di sambungkan ke kabel USB. Masukan thermofit / kondom kabel ke kabel USB. Perhatikan baik-baik warna kabel UTP yang di siapkan untuk di sambung ke kable USB. Agar jelas, ada baiknya di tulis pada tabel di bawah ini.


Langkah 9 – Pastikan semua kabel telah tersambung dengan baik menggunakan thermofit / kondom kabel.


 Langkah 10 – detail kabel yang telah di lapisi oleh thermofit tampak pada gambar.



 Langkah 11 – setelah yakin bahwa sambungan kabel menggunakan thermofit berhasil di lakukan dengan baik. Tutup semuanya menggunakan pipa pvc kecil. Selotape dengan baik semua ujung pipa pvc kecil agar kuat tertutup dan menempel ke kabel USB / UTP. Selesai sudah pembuatan USB extender agar kabel USB dapat cukup panjang mencapai atap.


Langkah 13 – jika kita menginginkan kabel USB extender yang jauh, tampaknya ada baiknya menggunakan kabel USB repeater sepanjang 5 meter sebelum di injeksikan ke kabel USB extender yang panjangnya bisa mencapai 20 meter.






Rabu, 11 Maret 2015

Tutorial Membuat Jaringan LAN Sederhana


Ethernet Card yang di pasang dan di install di PC merupakan jenis koneksi yang paling populer dan paling banyak di gunakan di mana-mana dari tingkat jaringan kecil sampai jaringan besar. Ethernet card sekarang ini biasanya dari setiap komputer telah terintergrasi secara langsung dan siap pakai. Secara singkat dan simple nya terdapat 2 koneksi umum yang digunakan dalam menghubungkan suatu perangkat misalnya antara hub dengan hub, PC dengan PC dan PC dengan Hub, koneksi ini dalam kabel UTP jaringan dikenal dengan teknik pemasangan Straight through dan cross through.



Secara singkat dan simple nya untuk menghubungkan 2 komputer atau membuat suatu jaringan komputer kecil atau besar ada 2 hal pokok yang perlu di lakukan:
  • Pertama menyiapkan perangkat penghubung koneksi seperti : kabel UTP, Hub atau switch, Router (bila di perlukan),...
  • Kedua memberikan alamat TCP/IP di setiap Ethernet Card PC yang akan di hubung.

 Alat dan Bahan
 1. Konektor RJ 45
Konektor RJ 45 adalah konektor yang biasa digunakan sebagai konektor yang akan dihubungkan dengan Ethernet.


 2. Kabel UTP Cat5e
Kabel UTP Cat 5e adalah tipe kabel jaringan yang biasa digunakan untuk membuat koneksi jaringan LAN. kepanjangan UTP adalah (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP memiliki 8 jenis kabel tunggal dan memiliki warna yang berbeda-beda, dimana perbedaan tersebut ada fungsi dan kegunaan masing-masing.



3. Crimping Tools
Crimping Tools merupakan alat yang digunakan untuk mengepress RJ 45 sehingga kabel UTP dan Konektor RJ 45 dapat Terjepit Permanen. Crimping tools merupakan alat yang Wajib digunakan ketika membuat jaringan LAN sederhana.


 
4. LAN Tester

Lan tester digunakan untuk mengecek koneksi antara Ujung konektor pertama dengan ujung kedua. status koneksi baik ditandakan dengan lampu indikator yang menyala dan apabila tidak menyala lampu indikator tersebut, maka dipastikan koneksi tidak terhubung.


5. PC Komputer / Laptop
 

PC komputer adalah perangkat utama dalam pembuatan jaringan LAN.

 
setelah alat dan bahan anda pelajari serta dipahami maka mulailah saatnya untuk membuat jaringan LAN sederhana, dimulai dari pembuatan kabel jaringan sampai dengan konfigurasi jaringan. kita mulai dengan pembuatan kabel jaringan.

umumnya ada 2 tipe Penyusunan kabel jaringan yaitu:
1. Tipe Straight
Tipe Straight ini memiliki susunan warna sebagai berikut:


Kabel lan UTP Straight dapat digunakan / berfungsi untuk cara :
1. Menghubungkan komputer dengan switch
2. Menghubungkan komputer dengan modem DSL
3. Menghubungkan router dengan modem DSL
4. Menghubungkan switch dengan router
5. Menghubungkan hub dengan router


2. Tipe Kabel Crossover

 Tipe Crossover ini memiliki susunan warna sebagai berikut:

Kabel lan Cross Over dapat digunakan / berfungsi untuk cara :
1. Menghubungkan komputer dengan komputer
2. Menghubungkan switch dengan switch
3. Menghubungkan hub dengan hub
4. Menghubungkan switch dengan hub
5. Menghubungkan komputer dengan komputer 


susunanlah kabel sesuai dengan kegunaan dan fungsi masing-masing jaringan yang akan dibuat, dalam hal ini membuat jaringan sederhana yang akan kita buat bersama menggunakan tipe kabel staright.


setelah kabel selesai dibuat hal selanjutnya adalah melakukan konfigurasi komputer dan melakukan pengecekan jaringan. setting jaringan dilakukan dengan melakukan konfigurasi IP addres setiap komputer. 

langkah-langkah konfigurasi IP Address WIN 7: 
  •  Start ---- Control Panel ---- Network dan Internet ---- Network and Sharing Center ---- Change Adapter Setting
  •  Klik Local Area Network
  •  Klik Internet Version Protokol
  •  Klik Propertis
  •  lalu isikan IP Addres



setelah konfigurasi dilakukan di kedua komputer atau di semua komputer yang terhubung dengan jaringan maka selanjutnya mengecek koneksi jaringan sudah terhubung atau belum dengan cara sbb:

  • buka terminal CMD
  • lalu ketikkan perintah ping (alamat IP) contoh: ping 192.168.10.1


 Jika ada Tulisan Reply maka status komputer telah terhubung dengan baik. dan siap untuk digunakan untuk koneksi jaringan komputer.

demikianlah Tutorial Ini dibuat semoga bermanfaat.



Selasa, 10 Maret 2015

Soal Ujian Nasional SMK Teknik Komputer dan Jaringan

Berikut ini saya kumpulkan soal-soal Ujian Nasional yang telah lewat mulai dari tahun 2008/2009 sampai dengan tahun 2013/2014. saya mengumpulkan ini dengan tujuan untuk membantu adik-adik siswa SMK TKJ yang akan melaksanakan Ujian Nasional.....

Soal UN Tahun Ajaran 2008/2009
Paket A. Download Disini
Paket B. Download Disini

Soal UN Tahun Ajaran 2009/2010
Paket A. Download Disini
Paket B. Download Disini

Soal UN Tahun Ajaran 2010/2011
Paket A. Download Disini
Paket B. Download Disini

Soal UN Tahun Ajaran 2011/2012
Paket A. Download Disini
Paket B. Download Disini

Soal UN Tahun Ajaran 2012/2013
Paket A. Download Disini
Paket B. Download Disini

Soal UN Tahun Ajaran 2013/2014
Paket A. Download Disini
Paket B. Download Disini



Jumat, 06 Maret 2015

Cara Reset Printer Canon IP 1270 Error 5100

Printer dengan kondisi error 5100 atau absorver full adalah kerusakan printer yang umum terjadi. oleh karena itu cara perbaikan printer tersebut adalah dengan cara sebagai berikut:

1. Setelah di download maka hal selanjutnya adalah ambil printer yang akan di reset dan lakukan dengan cara berikut ini:

  • Pastikan bahwa Printer Canon IP 2770 Per IP 2700 anda dlm keadaan off (Mati) Namun kabel power (listrik) terpasang.
  • Tekan tombol RESUME selama kurang lebih 2 detik
  • Setelah itu Anda tekan tombol POWER sampai lampu hijau nyala (saat menekan tombol POWER, tombol RESUME jangan dilepaskan dulu)
  • Kemudian lepaskan tombol RESUME, namun jangan lepas tombol POWER.
  • Sambil tombol POWER masih tertekan, tekan tombol RESUME 5 kali. Led akn menyala bergantian orange hijau dgn nyala terakhir orange. (jangan hingga keliru 4x karena printer akan mati total, tetapi sifatnya sementara juga)
  • Lepaskan kedua tombol secara bersamaan.
  • Led akan blink sebentar setelah itu akn nyala HIJAU.
  • Komputer akn mendeteksi device baru, abaikan saja
  • Keadaan ini menunjukkan printer IP 2770 dlm keadaan SERVICE MODE serta siap direset.

Setelah langkah pertama anda lakukan dengan sempurna maka Langkah yg kedua yang mesti anda lakukan merupakan dgn menggunakan software resetter canon ip 2770. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Download Software Resetter Canon IP 2770 / IP 2700 [DOWNLOAD DISINI]
2. Exctract Software Resetter iP2770 yang anda download.
3. Siapkan 2 kertas di printer (ini utk print pada waktu proses reset).
4. Jalankan Aplikasi Per Software Resetter Printer Canon IP 2770 Per IP 2700
 

5. Klik “MAIN”, maka printer akan berproses, kemudian iP2770 akan print satu halaman dgn tulisan ” D=000.0 “

6. Mereset Printer Canon IP2770/IP 2700
7. Klik ” EEPROM Clear “.
8. Kemudian klik ” EEPROM “, serta printer akn print hasil Resetter iP2770. Salah satu barisnya tulisannya sbb: “TPAGE(TTL=00000)”
9. Setelah itu Matikan Printer serta hidupkan kembali.

demikianlah cara reset Printer Canon IP 2770 / IP 2700. semoga bermanfaat

Cara Memperbaiki Berbagai Masalah Printer Canon IP2770

Printer merupakan hal yang sering mengalami masalah saat digunakan. Sebenarnya, banyak sekali masalah printer yang sebenarnya sangat sepele yang bisa diatasi hanya dengan menekan satu tombol saja, tapi karena ketidak tahuan maka si pengguna panik dan membawanya ke tukang servis. Dengan membaca informasi di halaman ini semoga anda bisa mengatasinya sendiri sehingga menghemat biaya operasional.
Cara memperbaiki berbagai msalah printer canon IP2770 adalah cara memperbaiki kerusakan-kerusana yang terjadi pada printer canon ip2770. Baik itu kerusakan ringat maupun kerusakan berat. Namun agar lebih mudah dan singkat, akan saya bahas masalah-masalah yang sering terjadi saja dan cara memeprbaikinya sangat mudah anda lakukan sendiri.
1. Printer Canon IP2770 Tidak Menarik Kertas
Masalah utama printer adalah tidak bisa manrik kertas. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah sebagai berikut :
- Paper jam
Yaitu kondisi dimana printer tidak bisa menarik kertas dan tidak bisa mencetak. Kalau di canon MP258 maka akan keluar indikator E02. Kondisi ini terjadi karena ada kendala pada mekanik penarik kertas atau kertas yang memang sulit untuk ditarik karena konidisi rusak. Atau juga bisa karena ada penghalang pada jalannya kertas. Silakan anda tekan tombol reset agar printer mencetak ulang dan meraik kertas kembali. Kalau dengan cara ini tetap tidak bisa menarik kertas silakan cek mekanik penarik kertas pada printer.
- Ada tanda cartridge tidak terpasang
Printer tiba-tiba berhenti mencetak dan di layar komputer memperlihatkan tanda salah satu cartridge tidak terpasang. Biasanya ini terjadi pada saat anda baru saja mengganti cartridge baru dan printer mengadakan
penyesuaian. Solusinya sangat sederhana, silakan anda tekan tombol reset selama kurang lebih 5 detik sehingga printer kembali mencetak. Kalau cara ini tidak bisa, silakan anda lepas dulu cartridge dan pasang kembali dengan benar. Hidupkan kembali printer.

- Full Absorber atau Printer IP2770 Minta di Reset
Sebenarnya semua printer memiliki batas pemakaian yang sudah disetting dari pabriknya. Sehingga ketika sudah mencapai batas tersebut maka harus dilakukan reset atau mengembalikan pada kondisi awal. Hal ini ditandai dengan adanya peringatan full absorber seperi pada gambar di bawah ini :
 maka kita harus Hard reset printer tersebut. untuk tutorial dapat dilihat di halaman berikut ini: [HARD RESET PRINTER]

Daftar Error Code Pada Canon Printer MP145, MP150, MP160

Mempunyai Printer Canon MP145 atau sering berhubungan dan menggunakan Printer Canon MP145, biasanya terjadi masalah "Eror Code" alias kode eror. Mulai dari Error Code E2 sampe E42 22. Sebelum mengatasi Error Code tersebut, ada baiknya mengetahui arti dari tanda Error Code pada Printer Canon MP145 Mp150 MP160 ini.

Berikut tanda Error Code/Kode Error pada Printer Canon MP145, Mp150 atau Canon MP160 yang bisa diketahui: